Saturday, October 24, 2020

Catatan 3

 Setiap sudut kota menyimpan segala hal yang bisa kita ceritakan, termaksud rahasia yang kita simpan rapat-rapat.


Kamu mungkin bagian dari catatan kecil ini, tentang manusia yang yang mencari peruntungan dengan kaki telanjang dan ribuan alasan yang menghuni kepala.

Di sana ada mikrolet hijau dengan suara bising; Kairagi, Perkamil, banjer, paal 2, dan daerah-daerah yang asing ditelinga. pedagang asongan yang siap berdesakan dengan pejalan kaki, pekerja kantoran yang merelakan sepatunya menyatu dengan aspal untuk menghemat biaya pengeluaran, polisi yang siap menerkam dan mencari keuntungan jika tidak mematuhi aturan negara. Lalu ada kau dan aku, yang hidup dengan dunia entah, lalu lupa kalau kita akan pulang menemui kenyataan yang selalu sama.

Saat malam, kota ini berubah menjadi surga. perempuan-perempuan dengan mata jelita dan wajah yang tidak pernah beranjak tua dengan tubuh yang siap menelan hasrat dan kemunafikan dari penghuni kota, persis seperti apa yang telah di janjikan tuhan. Kau bisa memasukinya tentu dengan takaran dosa dan pahala yang kau buang atau simpan jauh di dalam kepala.

Kota ini menyimpan segala hal yang bisa kita ceritakan dan rahasia yang belum bisa aku pahami. 

No comments:

Post a Comment

Kegilaan

Malam ini akan kubacakan padamu sebuah mantra lengkap dengan cinta dari kedua mata Majnun kepada Layla. Hum, biarkan tuhan menari.  Aku akan...