Monday, June 13, 2022

Kegilaan


Malam ini akan kubacakan padamu sebuah mantra lengkap dengan cinta dari kedua mata Majnun kepada Layla.

Hum, biarkan tuhan menari.  Aku akan merayuNya dan meminta kau bersemayam di dalam dada. 

Hum, Biarkan tuhan bernyanyi. Akan aku panjatkan doa, dan membiarkan kita berada di satu takdir yang sama. 

Lalu akan kuletakkan kedua bola mataku. Dengan itu, kau akan melihat wajah tuhan yang cemburu.

Hari ke-4 di rumah


Setiap rumah adalah ruang percakapan dari tubuh ke tubuh. Melihat peristiwa dengan pandangan mata yang tidak pernah utuh. Di situ ada ibumu. Bertelut merapalkan mantra dan menangis tanpa air mata.

-

-

Januari 2020

Bapak




Aku memberikan gambar bapak kepada seorang peramal. Dengan matanya dia menuturkan padaku tiga bentuk garis wajah bapak yang mulai berkerut. 


Bentuk pertama; pertemuan antara garis takdir dan kesedihan. Dengan itu dia mengumpulkan air mata anak-anak dan diletakkan pada pundaknya.


Bentuk kedua; pertemuan antara garis takdir dan kesunyian. Dengan itu dia menyimpan segala hal, termasuk rahasia yang tidak dia inginkan.


Pada bentuk ketiga peramal itu gemetar. Dia hanya menemukan satu garis. Pada garis itulah aku akan bertemu bapak dengan senyum yang panjang dan kematian yang akan berakhir di atas meja makan.

-

-

Januari 2021

Kegilaan

Malam ini akan kubacakan padamu sebuah mantra lengkap dengan cinta dari kedua mata Majnun kepada Layla. Hum, biarkan tuhan menari.  Aku akan...