Seorang perempuan mengeja nasib di atas kasur dengan senyuman dan nyanyian yang begitu sunyi.
Kau bisa membayangkan, dunia gelap tanpa ujung. dengan cinta dan birahi yang kau temukan disetiap sudut rumah itu.
Aku juga melihatnya, takdir yang di kendalikan oleh kata-kata dengan tuhan yang tidak akan kau temukan bersama janji dan keabadian
Kenapa nama menjelma doa jika yang kita bingkai adalah masa depan dengan harapan yang itu-itu saja?
Lalu kau datang merapalkan doa-doa yang sedari tadi aku tulis pada catatan yang belum pernah aku usaikan.
_
_
Manado, 24 Oktober 2020
Dolong
ReplyDelete